My Lovely Little Green Island

Bersyukur, Berdoa, Berusaha, Ikhlas, dan Sabar…

Mahabbah…

Salam…ini sekedar sharing buat temans ku sesama pejalan yang masih awam dan baru mulai seperti ku…buat para guru terimakasih untuk semua masukan dan pengalaman yang akan diberikan…
salam damai… Smile Smile Smilecerita tentang mahabbah…

Jika ada pecinta di dunia ini wahai muslim, itu Aku
Jika ada mukmin atau pertapa Kristiani, itulah Aku.
Ampas anggur,pelayan kedai minuman, meja, harpa dan musik
Kekasih, lilin, minuman dan senda gurau pemabuk, itulah Aku
Tujuhpuluh dua kredo dan sekte di dunia ini,
Sebenarnya tidak ada: Aku bersumpah demi Tuhan bahwa
Setiap kredo dan sekte, itulah Aku.
Tanah, udara, air, dan api, duhai tubuh dan jiwa,itulah Aku.
Benar dan salah, baik dan buruk, mudah dan sulit dari awal hingga akhir, itulah Aku.
Pengetahuan, ilmu, asketisisme, keshalehan dan iman, itulah AKu.
Api neraka, tentu saja dengan apinya yang berkobar kobar,
Ya, surga, eden dan bidadari, itulah Aku.
Bumi dan langit dengan segala isinya, itulah Aku.
Malaikat, peri, jin dan manusia, itulah Aku.
(Maulana Jalaluddin Rumi)

Dalam setiap langkah, seorang hamba dituntut untuk selalu berusaha menjaga, memperbaiki dan meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaannya, serta perlu menyadari posisinya setiap saat, sebagai hamba Allah (‘abid) yang harus taat dan tunduk terhadap segala titahNYA.

Dalam perjalanan menuju Allah seorang hamba melakukan berbagai cara, antara lain dengan mengasingkan diri dari keramaian, menjauhkan diri dari kehidupan materi, memilih hidup sederhana. semua aktivitas tersebut dikenal sebagai zuhud (kehidupan asketis). Semua perjalanan yang dilakukan semata-mata dalam rangka menemukan kehidupan, kebahagiaan kekal dan abadi. Perjalanan spiritual tersebut kemudian dikenal dengan perjalanan dan pengalaman sufistik.

Tujuan perjalanan sufistik tersebut adalah semata-mata untuk memperoleh hubungan langsung didasari dengan Tuhan, sehingga disadari benar bahwa seseorang berada di hadirat Allah swt. Intisari dari ajaran sufisme ini adalah kesadaran adanya komunikasi dan dialog antara ruh manusia dengan Allah melalui cara mengasingkan diri dan berkontemplasi. Adapun kesadaran berada dekat dengan Allah itu dapat mengambil bentuk ittihad, hulul, ma’rifat ataupun mahabbah…

Tuntunan ajaran tasawuf pada dasarnya menekankan pada aspek esoteris (batin), sehingga dalam prakteknya seorang salik(pelaku tasawuf) senantiasa ingin menyucikan dirinya dari hal-hal yang kotor yang masih melekat pada hati dan jiwanya, kemudian mengisinya dengan hal-hal yang dapat mendekatkan diri kepada Allah, dan hatinya tidak terpisahkan dari kekasih hatinya, Allah swt.sehingga dapat dibayangkan jika Islam dipisahkan dari aspek esoterisisme nya, maka ia hanya menjadi kerangka formalitas saja, sehingga orang-orang yang rasionalistik hanya menerima Islam sebagai keformalan semata.

Mengenai cinta (mahabbah), sangat menyangkut aspek esoteris, yang merupakan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Merupakan tingkat tertinggi dalam pencapaian menuju Allah. Perintis aliran asketisisme dalam Islam, berdasarkan cinta pada Allah (mahabbatullah), adalah Rabi’ah Al Adawiyah. Berikut ungkapan cinta Rabi’ah :
Kujadikan Kau teman berbincang dalam qalbu
Tubuhku pun biar berbincang dengan temanku
Dengan temanku tubuhku berbincang selalu
Dalam qalbu terpancang selalu kasih cintaku
Rabi’ah yang pertama sekali menganalisis pengertian cinta dan menguraikannya : cinta yang tulus ikhlas dan cinta yang berdasarkan permintaan akan sesuatu dari Allah swt.

Cinta tidak dapat dipelajari manusia, karena ia merupakan suatu anugerah dari Tuhan dan datang atas kasih NYA. Mendapatkan maqam cinta tidaklah mudah, melainkan dengan jalan dan cobaan yang berliku. Cinta mendasari iman. perilaku takwa seorang mukmin yang bernuansa cinta adalah karena faktor kepatuhan kepada kekasih. Semua yang wujud tidak akan harmonis kecuali bila digerakkan oleh rasa cinta terhadap yang menjadikannya sendiri. Bahkan alam semesta adalah alam cinta, proses kehidupan dan grafitasi bumi terjadi karena cinta.
Seorang Rumi mengungkapkan “ andai tidak ada cinta, maka alam ini tidak lagi mempesona, kicauan burung tidak lagi merdu, panorama alam tidak lagi indah, bahkan dunia akan membeku tanpa makna”.

Berikut gubahan puisi “Cinta Lautan Tak Bertepi” Jalaludin Rumi…

Cinta adalah lautan tak bertepi, laut hanyalah serpihan buih belaka
Ketahuilah! Langit berputar karena gelombang cinta,
Andai tak ada cinta dunia akan membeku
Bila bukan karena cinta, bagaimana sesuatu yang organic berubah menjadi tumbuhan?
Bagaimana tumbuhan akan mengorbankan diri demi memperoleh ruh (hewan)?
Bagaimana ruh (hewan) akan mengorbankan diri demi nafas (ruh) yang
Menghamili Maryam?
Semua itu akan menjadi beku dan kaku bagai salju, tidak bisa terbang serta mencari padang ilalang bagai belalang
Setiap atom jatuh cinta pada yang Maha Sempurna dan naik ke atas laksana tunas
Cinta-cinta mereka tak terdengar, sesungguhnya adalah lagu pujian Tuhan….

Masih banyak pendapat sufi lainnya tentang konsep mahabbah itu sendiri. Namun yang terpenting adalah, cinta Ilahi merupakan maqam puncak di antara maqam-maqam yang lain. Mahabbah tidak dapat digambarkan dan didefenisikan, diberi batasan dan juga tidak dapat dijelaskan hakikat dan rahasianya. Tetapi mahabbah itu hanya dapat dirasakan bagi sufi yang sudah masuk ke dalam maqam mahabbah dan sudah pernah mengalaminya. (taken from cinta ilahi)

mdh2an postingan yang hanya secuil ini bisa memberikan setidaknya sedikit gambaran… buat mereka yang ingin mencapainya tentu saja perlu melakukan step yang cukup banyak,bertobat, zuhud, faqr, tawakkal, dan banyak hal lainnya, agar kita sampai pada maqam tertinggi, yaitu al-hubb al-Ilahi…

salam damai sesama pejalan cinta di jalan Allah swt… Smile

They can’t take that away

They can’t take that away…Mariah carey

 

 

They can say,
Anything they want to say,
Try to bring me down,
But I will not allow anyone to succeed hanging clouds over me,
And they can try
How to make me feel that I,
Don’t matter at all,
But I refuse to falter in what I believe or loose faith in my dreams

‘Cause there’s,
There’s a light in me,
That shines brightly,
They can try,
But they can’t take that away from me
From me

No no nooo

Oh they,
They can do
Anything they want to you,
If you let them in,
But they won’t ever win,
If you cling to you pride, and just push them aside,
See I,
I have learned,
There’s an inner peace I own,
Something in my soul that they can not possess
So I won’t be afraid and the darkness will fade

‘Cause there’s,
There’s light in me me,
That shines brightly, yes
They can try,
But they can’t take that away from me

No oh oh,
They can’t take this
Precious love I’ll always have inside me,
Certainly the Lord will guide me where I need to go

Woah, woah
They can say
Anything they want to say,
Try to bring me down,
But I won’t face the ground,
I will rise steadily sailing out of their reach,
Although they do try,
How to make me feel that I,
Don’t matter at all,
But I refuse to fall,
Tell me what I believe or loose faith in my dreams,
‘Cause there’s a light in me,
That shines brightly yes

They can try but they can’t take that away from
Me
From me
No no nooo
Me

one of the song that inspire me..when i feel down…

 

Pikir, Rasa, Fithrah…

Muhasabah of The Day

Sesaat di penghujung malam, terbersit pertanyaan (yang sudah sering dipertanyakan dan muncul kembali di saat banyak mata terlelap)…mengenai siapakah saya:

-          Saya menurut pikiran

-          Saya menurut perasaan

-          Saya apa adanya (secara fithrah)

Yang kemudian saya sadari bahwa saya menurut pikiran dan perasaan saya adalah sesuatu yang relativistic, yang berubah-ubah, yang selalu bergoyang mengikuti arus kehidupan…sehingga saya seharusnya berpegang pada diri saya apa adanya menurut fithrah saya, sebagai khalifatullah di bumi, yang mampu mengendalikan arus kehidupan, sebagai insan merdeka, yang tidak condong dan didominasi oleh sesama makhluk, yang tiada menyembah sesuatu kecuali Allah swt…

Secara primordial manusia telah dikaruniai fitrah. Fitrah sebagai karakter hakiki dan kepercayaan dasar manusia, yakni fitrah tauhid, suatu keyakinan akan keesaan tuhan (Allah swt) dan kesaksian bahwa tiada Tuhan (ilah) kecuali Dia, yakni allah swt. Dia itu MahaTunggal. Maha Berkuasa, Maha Menatap, Maha Mengetahui, Maha Dibutuhkan atau tempat satu-satunya bergantung. Oleh karena itu, Dia sebagai tujuan akhir dari setiap diri kita maupun semua makhluk NYA.

Hal ini ditegaskan dalam QS Al-A’raaf:172, yaitu:

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Allah)”.

Fitrah tauhid jika senantiasa terpelihara berimbas dalam kehidupan sehari-hari berupa rasa “ikhlas”. Yakni, tindakan dan amalan apapun yang dilakukan berprinsip hanya karena Allah lillahi ta’ala. Tidak karena ilah-ilah/berhala yang lain. Ikhlas inilah yang menjadi landasan dari segala tindakan dan perbuatan kita, jika kita ingin semuanya berarti dan memiliki dimensi ibadah. Sebaliknya, jika “fitrah tauhid” ini dikotori dan dirusak oleh hadirnya ilah-ilah yang lain, yang bersarang di hati, maka dalam kehidupan sehari-hari akan melahirkan “syirik”. Syirik inilah yang menjadi sebab, mengapa amalan apapun yang kita lakukan akan berubah menjadi sia-sia, buruk dan batil. Ikhlas dalam hal ini jelas menjadi lawan dari syirik. Dengan ikhlas amal kita bermakna,dengan syirik amal kita akan sia-sia.

Ilah-ilah itu bukan lagi berbentuk berhala/patung atau dewa-dewa yang dipuja-puja, tapi bisa berupa “atribut-aribut artificial yang kita sandang”: nafsu kita, ego kita, tradisi/kebiasaan-kebiasaan buruk kita, kebodohan kita, ambisi/kepentingan pribadi kita, harta kekayaan kita, jabatan kita, profesi kita, gelar kita, rumah kita, mobil kita, popularitas kita, keluarga kita, pengetahuan kita, teman kita, orang yang kita cintai, tanda tangan kita, kecantikan/kegantengan kita, dan sebagainya.

Banyak tindakan yang kita lakukan hanya karena disandarkan oleh atribut-atribut kita sendiri. Atribut ini sebenarnya merupakan manifestasi topeng-topeng kehidupan yang dapat menghalangi hubungan kita dengan Allah. Kita sering bersembunyi di balik topeng-topeng ini demi mempertahankan harga diri dan kehormatan. Atribut-atribut lahiriyah seperti ini akan sangat berbahaya jika kita tidak bisa menempatkannya dengan benar, sebagai konsekuensi dan amanah dalam kehidupan. Jika “keberadaan dan kesadaran kita hanya merupakan derivate dari atribut-atribut artificial” tersebut, maka dapat merendahkan diri kita menjadi hamba sesuatu selain Allah. Ini adalah derajat yang sangat nista dan begitu rendah di mata Nya. Hal ini Allah tegaskan dalam salah satu firman Nya QS Al – A’raaf: 37.

Agar kita tetap mampu mempertahankan jati diri sebagai hamba Allah dan khalifah NYA, yakni agar “fitrah tauhid” tetap terjaga, maka hal yang pertama adalah kita harus buang segala bentuk ilah, kotoran dan penyakit yang melekat padanya terlebih dahulu. Hal ini tidak bisa kita raih, kecuali jika kita senantiasa melakukan zikir kepada Allah (zikrullah). Ketika hati sudah suci, bersih dan lurus, maka niat yang bersumber darinya akan memiliki keikhlasan (beramal hanya karena Alla) yang sangat kita butuhkan. Demikian pula, jika hati telah tersucikan, maka akan baik pulalah perilaku seluruh anggota tubuh kita. Dari sini lahirlah akhlak dan amal shaleh sebagai manifestasi ketakwaan. Inilah yang dimaksud hati yang sudah berzikir( source taken from Menzikirkan Mata Hati)...

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”

Salam buat saudara2ku sesama pejalan cinta menuju Allah swt…

Terimakasih buat guru2ku yang telah menginspirasi dan memberikan banyak tausiyah dalam perjalanan ini…perbedaan itu indah jika kita mampu menyikapinya secara bijaksana…semua pilihan ada di tangan kita, ingin mengikuti pikiran, rasa, atau fithrah…

 

Hasbunallah ni’mal waqiil..ni’mal maulaa wanni’mannashiir..

Bittersweet

 In my hallucination
I saw my beloved’s flower garden
In my vertigo, in my dizziness
In my drunken haze
Whirling and dancing like a spinning wheel

I saw myself as the source of existence
I was there in the beginning
And I was the spirit of love
Now I am sober
There is only the hangover
And the memory of love
And only the sorrow

I yearn for happiness
I ask for help
I want mercy
And my love says:

Look at me and hear me
Because I am here
Just for that

I am your moon and your moonlight too
I am your flower garden and your water too
I have come all this way, eager for you
Without shoes or shawl

I want you to laugh
To kill all your worries
To love you
To nourish you

Oh sweet bitterness
I will soothe you and heal you
I will bring you roses
I, too, have been covered with thorns

Attitude … !

 
Jerry was the kind of guy you love to hate. He was always in a good mood and always had something positive to say. When someone would ask him how he was doing, he would reply, “If I were any better, I would be twins!”

He was a unique manager because he had several waiters who had followed him around from restaurant to restaurant. The reason the waiters followed Jerry was because of his attitude. He was a natural motivator. If an employee was having a bad day, Jerry was there telling the employee how to look on the positive side of the situation.

Seeing this style really made me curious, so one day I went up to Jerry and asked him, “I don’t get it! You can’t be a positive person all of the time. How do you do it?”

Jerry replied, “Each morning I wake up and say to myself, ‘Jerry, you have two choices today. You can choose to be in a good mood or you can choose to be in a bad mood.’ I choose to be in a good mood. Each time something bad happens, I can choose to be a victim or I can choose to learn from it. I choose to learn from it. Every time someone comes to me complaining, I can choose to accept their complaining or I can point out the positive side of life. I choose the positive side of life.”

“Yeah, right, it’s not that easy,” I protested.

“Yes, it is,” Jerry said. “Life is all about choices. When you cut way all the junk, every situation is a choice. You choose how you react to situations. You choose how people will affect your mood. You choose to be in a good mood or bad mood. The bottom line: It’s your choice how you live life.”

I reflected on what Jerry said. Soon thereafter, I left the restaurant industry to start my own business. We lost touch, but I often thought about him when I made a choice about life instead of reacting to it.

Several years later, I heard that Jerry did something you are never supposed to do in a restaurant business: he left the back door open one morning and was held up at gunpoint by three armed robbers. While trying to open the safe, his hand, shaking from nervousness, slipped off the combination. The robbers panicked and shot him. Luckily, Jerry was found relatively quickly and rushed to the local trauma center.

After 18 hours of surgery and weeks of intensive care, Jerry was released from the hospital with fragments of the bullets still in his body.

I saw Jerry about six months after the accident. When I asked him how he was, he replied, “If I were any better, I’d be twins. Wanna see my scars?”

I declined to see his wounds, but did ask him what had gone through his mind as the robbery took place. “The first thing that went through my mind was that I should have locked the back door,” Jerry replied. “Then, as I lay on the floor, I remembered that I had two choices: I could choose to live, or I could choose to die. I chose to live.”

“Weren’t you scared? Did you lose consciousness? ” I asked.

Jerry continued, “The paramedics were great. They kept telling me I was going to be fine. But when they wheeled me into the emergency room and I saw the expressions on the faces of the doctors and nurses, I got really scared. In their eyes, I read, ‘He’s a dead man.’

“I knew I needed to take action.”

“What did you do?” I asked.

“Well, there was a big, burly nurse shouting questions at me,” said Jerry. “She asked if I was allergic to anything. ‘Yes,’ I replied. The doctors and nurses stopped working as they waited for my reply. I took a deep breathe and yelled, ‘Bullets!’ Over their laughter, I told them. ‘I am choosing to live. Operate on me as if I am alive, not dead.”

Jerry lived thanks to the skill of his doctors, but also because of his amazing attitude. I learned from him that every day we have the choice to live fully. Attitude, after all, is everything.
 
******
 
You have 2 choices now:
 
1.  Crib about your daily life and what are you  doing and be unhappy . . .
 
2.  Enjoy every moment of your life & give in your Best . . .
 
Keep Smiling Always…

ATTITUDE

Looking for your face  enjoy it from Elle

A man wakes up home with a huge hangover. He forces himself to open his eyes, and the first thing he sees is a couple of aspirins and a glass of water on the side table.He sits down and sees his clothing in front of him,all clean and pressed. He looks around the room and sees it is in perfect order. So’s the rest of the house.

He takes the aspirins and notices a note on the table :
Honey,
Breakfast is on the stove, I left early to go shopping.
Love you.

He goes to the kitchen.
Sure enough, a hot breakfast and the morning newspaper await him.

His son is also at the table, eating.
The man asks, “Son, what happened last night?”

His son says, “Well, you came home after 3 a.m., drunk and delirious. You broke some furniture, puked in the hallway, and gave yourself a black eye when you walked into the door.”

Confused, the man asks, “So, why is everything in order and also clean, with breakfast on the table waiting for me?”

His son replies, “Oh that ! Mom dragged you to the bedroom, and when she tried to take your pants off you shouted,

” LADY, GET YOUR HANDS OFF ME ! I’M MARRIED !’”

 

STUPID QUESTIONS WITH THE SMART ANSWERS:

check this out from a pal:
BOY : May I hold your hand?
GIRL : No thanks, it isn’t heavy.

GIRL : Say you love me! Say you love me!
BOY : You love me…

GIRL : If we become engaged will you give me a ring??
BOY : Sure, what’s your phone number??

GIRL : I think the poorest people are the happiest.
BOY : Then marry me and we’ll be the happiest couple

GIRL : Darling, I want to dance like this forever.
BOY : Don’t you ever want to improve??

BOY : I love you and I could die for you!
GIRL : How soon??

BOY : I would go to the end of the world for you!
GIRL : Yes, but would you stay there??

SHARON : Have you ever had a hot passionate, burning kiss??
TRACY : I did once. He’d forgotten to take the cigarette out of his mouth.

MAN : You remind me of the sea.
WOMAN : Because I’m wild, romantic and exciting?
MAN : NO, because you make me sick.

WIFE : You tell a man something, it goes in one ear and comes out of the other.
HUSBAND : You tell a woman something: It goes in both ears and comes out of the mouth.

MARY : John says I’m pretty. Andy says I’m ugly.What do u think, Peter?
PETER : A bit of both. I think you’re pretty ugly.

1) Girlfriend : “…And are you sure you love me and no one else ?”
Boyfriend : “Dead Sure! I checked the whole list again yesterday”.

2) Teacher : “Which is more important to us, the sun or the moon?”
Pupil : “The moon”.
Teacher : “Why?”
Pupil : “The moon gives us light at night when we need it but the sun gives us light only in the day time when we don’t need it”.

3) Teacher : “What do you call a person who keeps on talking when people are no longer interested?”
Pupil : “A teacher”.

Being A Mother

check this out, from Elle Est Belle

After 21 years of marriage, My wife wanted me to take another woman out to

dinner and a movie. She said, “I love you, but I know this other woman
loves

you and would love to spend some time with you.”

The other woman that my wife wanted me to visit was my MOTHER, who had
been

a widow for 19 years, but the demands of my work and my three children had

made it impossible to visit her regularly, only occasionally.

That night I called to invite her to go out for dinner and a movie.

“What’s wrong, are you well?,” she asked?

My mother is the type of woman who suspects that a late night call or a

surprise invitation is a sign of bad news.

“I thought that it would be pleasant to spend some time with you,” I

responded. “Just the two of us.”

She thought about it for a moment, and then said, “I would like that very

much.”

That Friday after work, as I drove over to pick her up I was a bit
nervous.

When I arrived at her house, I noticed that she, too, seemed to be nervous

about our date.

She waited in the door with her coat on. She had curled her hair and was

wearing the dress that she had worn to celebrate her last wedding

anniversary.

She smiled from a face that was as radiant as an angel’s.

“I told my friends that I was going to go out with my son, and they were

impressed,” she said, as she got into the car.

“They can’t wait to hear about our dinner.”

We went to a restaurant that, although not elegant, was very nice and
cozy.

My mother took my arm as if she were the First Lady.

After we sat down, I had to read the menu. Her eyes could only read large

print. Half way through the entreis, I lifted my eyes and saw Mom sitting

there staring at me. A nostalgic smile was on her lips.

“It was I who used to have to read the menu when you were small,” she
said.

“Then it’s time that you relax and let me return the favor,” I responded.

During the dinner, we had an agreeable conversation, nothing extraordinary

but catching up on recent events of each other’s life. We talked so much

that we missed the movie.

As we arrived at her house later, she said, “I’ll go out with you again,
but

only if you let me invite you.” I agreed.

” How was your dinner date?” asked my wife when I got home.

“Very nice. Much more so than I could have imagined,” I answered.

A few days later, my mother died of a massive heart attack. It happened so

suddenly that I didn’t have a chance to do anything for her.

Some time later, I received an envelope with a copy of a restaurant
receipt

from the same place mother and I had dined.

An attached note said: “I paid this bill in advance. I wasn’t sure that I

could be there; but nevertheless, I paid for two plates – one for you and

the other for your wife. You will never know what that night meant for me.
I

love you, son.”

At that moment, I understood the importance of saying in time: “I LOVE
YOU”

and to give our loved ones the time that they deserve. Nothing in life is

more important than your family. Give them the time they deserve, because

these things cannot be put off till “some other time”.

Somebody said it takes about six weeks to get back to normal after you’ve

had a baby … somebody doesn’t know that once you’re a mother, “normal”
is

history.

Somebody said you learn how to be a mother by instinct, somebody never
took

a three-year-old shopping.

Somebody said being a mother is boring … somebody never rode in a car

driven by a teenager with a driver’s permit.

Somebody said if you’re a “good” mother, your child will “turn out
good”…

..somebody thinks a child comes with directions and a guarantee.

Somebody said “good” mothers never raise their voices … somebody never

came out the back door just in time to see her child hit a golf ball
through

the neighbor’s kitchen window.

Somebody said you don’t need an education to be a mother…. somebody
never

helped a fourth grader with his math.

Somebody said you can’t love the second child as much as you love the
first

…. somebody doesn’t have two children.

Somebody said a mother can find all the answers to her child-rearing

questions in the books…. somebody never had a child stuff beans up his

nose or in his ears.

Somebody said the hardest part of being a mother is labor and

delivery…. somebody never watched her “baby” get on the bus for the first

day of kindergarten or on a plane headed for military “boot camp.”

Somebody said a mother can do her job with her eyes closed and one hand
tied

behind her back ….somebody never organized seven giggling Brownies to
sell

cookies.

Somebody said a mother can stop worrying after her child gets

married….somebody doesn’t know that marriage adds a new son or

daughter-in- law to a mother’s heartstrings.

Somebody said a mother’s job is done when her last child leaves

home….somebody never had grandchildren.

Somebody said your mother knows you love her, so you don’t need to tell

her…. somebody isn’t a mother.

Pass this along to all the “mothers” in your life, and to everyone who
ever

had a mother. This isn’t just about being a mother, it’s about
appreciating

the people in your life while you have them….no matter who that person
is.

Without Mistakes there is no forgiving. Without forgiving there is no love

PS:

Thanks Mum, I love u so much…

Unconditional Love…

Some time ago, a friend of mine punished his 4 year old daughter for wasting a roll of gold wrapping paper. Money was tight and he became infuriated when the small child tried to decorate a box to put under the tree. Nevertheless the little girl brought the gift to her father the next morning and said ” This is for you Daddy.”

He was embarrassed by his earlier over reaction… He opened the box and his anger flared again when he found the box was empty.

Then he yelled at her:

DON’T YOU KNOW when you give someone a present there’s supposed to be something inside of it???

The little girl looked up at him with tears in her eyes and said,

Oh Daddy it’s not empty, I blew kisses into the box , all for you Daddy.

The father was crushed. He put his arms around his little girl, and he begged her for forgiveness. My friend told me that he kept that gold box near his bed for years.

Whenever he was discouraged he would take out an imaginary kiss and remember the love of the child who had put it there. In a very real sense each of us has been given a gold container filled with unconditional love and kisses.

There is no more precious possession anyone could hold.

Psikologi Kesehatan dalam Praktek

Dengan niat belajar bersama dan sedikit berbagi ilmu, saya memberanikan diri untuk menulis artikel ini, dengan harapan dapat menularkan sedikit ilmu yang saya tahu…semoga bermanfaat…

Berbicara mengenai psikologi dewasa ini, banyak kalangan yang tertarik untuk mengkaji berbagai hal dari sudut pandang psikologi. Mulai dari permasalahan individu secara personal, di dalam keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan kerja dan lainnya. Sehingga hal ini tak pelak menempatkan psikologi pada posisi yang cukup penting dalam berbagai lini kehidupan.

Salah satu isu yang sedang hangat saat ini adalah pembahasan tentang psikologi kesehatan, yang banyak dikaitkan dengan pola hidup masyarakat Indonesia saat ini. Psikologi kesehatan menurut Sadarjoen (2008), merupakan salah satu cabang Psikologi Klinis yang menekankan kinerjanya pada upaya membentuk perilaku sehat pada masyarakat dengan mengacu pada falsafah dasar positif, yang bersifat preventif. Manusia tidak diposisikan sebagai korban penyakit, namun juga ikut bertanggung jawab terhadap kondisi sakitnya. Psikologi kesehatan mengarah pada pemahaman terhadap pengaruh psikologi dalam kaitannya dengan kebiasaan manusia dalam menjaga kesehatan, mempelajari penyebab rentannya manusia terhadap suatu penyakit dan bagaimana manusia menyikapi penyakitnya (Taylor, 1999).

Dalam prakteknya, Psikolog Kesehatan bertugas untuk mensosialisasikan kebiasaan-kebiasaan hidup yang merugikan kesehatan, seperti diet yang salah, merokok, minum alkohol, seks bebas, clubbing, dan menggunakan obat-obatan. Kemudian mengembangkan tingkah laku yang menunjang kesehatan , seperti mengembangkan pola hidup sehat yang diawali dengan menjaga kesehatan mental, mengkomunikasikan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, dan mengembangkan komunikasi yang sehat dalam rumah tangga. Selain melakukan tindakan preventif, Psikolog Kesehatan juga berperan dalam hal kuratif, yaitu mengatasi gangguan psikologis yang menyertai gangguan fisik, seperti melatih masyarakat yang berada dalam tingkat stres kerja yang tinggi agar memiliki kemampuan untuk memanajemen stres secara efektif, agar terhindar dari gangguan fisik seperti pusing, maag, migrain, dan lainnya. Selain itu Psikolog Kesehatan juga dapat bekerja dengan orang yang mengalami sakit, untuk membantu mereka menyesuaikan diri dengan penyakitnya, sehingga dapat mengurangi parahnya penyakit yang dialami akibat gangguan psikologis yang menyertainya. Seperti pada penderita kanker, stroke, atau diabetes mellitus yang mengalami gangguan psikologis seperti depresi, gangguan bipolar, dan lainnya.

Sosialisasi yang dilakukan oleh Psikolog Kesehatan dapat dilakukan melalui metode penyuluhan, pelatihan, konseling dan psikoterapi individual, kelompok, keluarga, perkawinan, dan lain-lain, yang tentu saja disesuaikan dengan permasalahan yang ada. Dengan demikian psikolog kesehatan memiliki posisi penting dalam membentuk umat yang berkarakter dan berwawasan, tidak sekedar menjadi umat yang ikut-ikutan dan menjadi rusak karena kehilangan identitas dirinya. Allah swt pun sangat mencintai hambanya yang istiqomah di jalanNYA…

“ Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Huud:112)”…